10 Orang Indonesia yang Sukses Tanpa Ijazah
Mungkin kita
sering melihat orang-orang sukses karena berpendidikan yang tinggi,
tetapi Siapa bilang selamanya sukses perlu pendidikan yg tinggi, ini
contoh 10 orang Indonesia yg sukses tanpa ijazah:
1. Andy F. Noya (wakil pemimpin media indonesia & pimpinan redaksi Metro TV)
PimRed Metro TV ini belum lulus sarjana… Satu hal yang menarik, Andy
sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang,
Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik
Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya
merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun
dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai
jalan hidup saya,” tutur Andy
2. Adam Malik (mantan menteri luar negeri & mantan wakil presiden)
Adam Malik. Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku sekolah.
Selain agen CIA ia adalah mantan Menteri Indonesia pada beberapa Departemen, antara lain ia pernah menjabat menjadi Menteri Luar Negeri. Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Indonesia yang ketiga. Adam Malik ditetapkan sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 6 November 1998 berdasarkan Keppres Nomor 107/TK/1998.
3. M. H. Emha Ainun Nadjib (tokoh intelektual islami)
hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di
Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya
dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan
‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya,
kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau
jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia
dengan bermacam sebutan (multifungsi)
4. Abdullah Gymnastiar / A'aa Gym (pendakwah)
kiai yang kmarin2 ini santer dengan kasus poligaminya,ternyata sukses
menjadi kiai dan wirausahawan (pengusaha besar) tanpa ijazah. Walaupun
sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini blm mengambil ijazahnya.
5. Ajip Rosidi (sastrawan indonesia)
Dia menolak ikut ujian akhir SMA karena waktu itu beredar kabar
bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang
menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian,
karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”. Dan itu dibuktikan
dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya.
Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang
tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 th diangkat sebagai dosen luar
biasa Fakultas Sastra Univ. Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit
Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia
43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.
Berikut Sejarah Pendidikan Beliau :
* Sekolah Rakyat 6 tah di Jatiwangi (1950)
* Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
* Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)
6. Bob Sadino (pengusaha & motivator)
Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia
adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal,
Bob yang ketika itu berumur 19 th mewarisi seluruh harta kekayaan
keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup
mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling
dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah
di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 t. Di sana, ia bekerja di
Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika
tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami
Soejoed.
Pada th 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa
serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual
untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang
lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di
Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia
memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
7. Andrie Wongso (pengusaha & motivator nomor 1 di indonesia)
Andrie wongso adalah seorang motivator asal indonesia. Gaya bahasa yang sederhana tapi full power kepada begitu banyak orang membuat dirinya dinyatakan sebagai The Best Motivator Indonesia atau Motivator No. 1 Indonesia dari Kompas. Tetapi beliau lebih suka disebut "Sang Pembelajar".
Andrie wongso adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin
di kota Malang. Di usia 11 th (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti
bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah
ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang
disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui
dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke
toko-toko dan pasar. Tapi sekarang dia menjadi seorang pengusaha dan motivator yang sukses dan bergelar SDTT.TBS (sekolah dasar tidak tamat, tapi bisa sukses)
8. Purdi E Chandra (pemilik Lembaga Bimbingan Primagama)
Sosok Purdi E. Chandra kini dikenal sebagai pengusaha yang sukses.
Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan
masuk MURI lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia
dengan 100 rb siswa tiap th.
Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan
mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses
tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika
baru membangun usahanya.
Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris
dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan
kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa2
dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih
gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang
penuh cita2 dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan
mulai serius untuk berbisnis.
Kini kabarnya sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh Indonesia.
9. Hendy Setiono (pengusaha Kebab Baba Rafi)
Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya.
Modalnya hanya Rp 10 jt atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya
berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala
koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus
bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara
lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri,
Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang,
Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan
Jakarta.
10. Buya Hamka (ulama, ahli filsafat & aktivis politik)
Hamka (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik
bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan
penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara.
Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga
kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 th, ayahnya telah mendirikan
Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan
mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di
surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim
Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus
Hadikusumo.
Semoga itu semua bisa menjadi inspirator buat kita bahwa pendidikan sangat penting, tapi tidak akan menjadi penting apa bila kita salah memanfaatkannya. Dan yg paling penting lebih penting dari pendidikan adalah pola fikir dan sikap kita. Semuanya tergantung kita bagaimana menyikapi keadaan kita.
SEMOGA BERMANFAAT. :)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar